Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan yang signifikan dalam strategi pemasaran, terutama melalui pemanfaatan influencer sebagai media promosi yang efektif. Influencer mampu membangun hubungan yang erat dengan para pengikutnya sehingga memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, praktik pemasaran influencer juga memunculkan berbagai persoalan etika bisnis, seperti kurangnya transparansi dalam konten berbayar, penyampaian informasi yang berlebihan, klaim produk yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta potensi manipulasi opini publik demi kepentingan komersial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pemasaran digital tidak hanya ditentukan oleh efektivitas promosi, tetapi juga oleh penerapan prinsip-prinsip etika bisnis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya etika bisnis dalam praktik pemasaran influencer di era digital serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh influencer, pelaku usaha, dan konsumen. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai literatur ilmiah, regulasi, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pemasaran digital dan etika bisnis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip kejujuran, transparansi, tanggung jawab, keadilan, dan akuntabilitas menjadi fondasi utama dalam menciptakan praktik pemasaran yang etis. Penerapan prinsip tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga mendukung keberlanjutan hubungan antara perusahaan, influencer, dan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan komitmen seluruh pihak untuk menerapkan standar etika yang jelas agar pemasaran influencer tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mengedepankan integritas, perlindungan konsumen, dan tanggung jawab sosial.