Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Berbasis Pemodelan Sistem Informasi Geografis Menggunakan Network Analysis di Kecamatan Padang Utara Fauziana Zahra; Arie Yulfa
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12938

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu inisiatif nasional strategis Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak dan mendukung pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kualitas makanan, tetapi juga pada efisiensi spasial sistem distribusi Unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Studi ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial SPPG dan sekolah penerima manfaat serta menentukan rute distribusi terdekat menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui pendekatan Analisis Jaringan Network Analysis di Kecamatan Padang Utara, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial. Data spasial sekunder dikumpulkan dari peta batas administrasi, jaringan jalan, lokasi SPPG, dan lokasi fasilitas pendidikan. Metode Closest Facility yang tersedia dalam ArcGIS Network Analyst diterapkan untuk menentukan rute terpendek dan tercepat dari setiap SPPG menuju sekolah penerima manfaat berdasarkan jaringan jalan aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi SPPG telah menjangkau seluruh sekolah penerima manfaat di Kecamatan Padang Utara. Ada 10 unit SPPG yang berada dikecamtan Padang Utara, Namun dari 10 SPPG hanya 9 SPPG yang bersetatus aktif, yang belum aktif SPPG Alai Parak Kopi 3, SPPG dengan pelayanan terbesar melayani 14 sekolah SPPG Air Tawar Barat 1, aksesibilitas antar-sekolah bervariasi tergantung pada lokasi spasial dan konektivitas jaringan jalan. Sekolah yang terletak di dekat jalan arteri dan kolektor memiliki waktu tempuh yang lebih singkat, sedangkan sekolah yang berada di kawasan permukiman padat mengalami waktu tempuh yang relatif lebih lama akibat keterbatasan hierarki jalan. Analisis Jaringan berhasil mengidentifikasi rute distribusi paling efisien yang meminimalkan jarak tempuh dan waktu pengiriman sembari tetap menjaga kualitas makanan selama proses transportasi. studi ini menunjukkan bahwa Sistem Informasi Geografis yang diintegrasikan dengan Analisis Jaringan menyediakan alat pendukung keputusan yang efektif untuk perencanaan fasilitas gizi masyarakat. Temuan ini dapat membantu pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sistem distribusi SPPG dan meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis.