Pendidikan Islam di Indonesia saat ini berada pada titik kritis akibat krisis multidimensional yang dipicu oleh benturan antara ortodoksi agama dan arus modernisasi teknokratis global. Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi pergeseran paradigma pendidikan dan mengidentifikasi tantangan struktural-ideologis guna merumuskan peta jalan transformasi yang komprehensif. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur sistematis (Systematic Literature Review) dan analisis konten kritis, penelitian ini mengevaluasi berbagai literatur otoritatif dan dokumen kebijakan dalam satu dekade terakhir. Temuan penelitian mengungkapkan empat tantangan fundamental yang mengancam eksistensi pendidikan Islam: (1) sekularisasi pendidikan yang mengikis fondasi metafisika dan memicu dikotomi epistemologis antara ilmu wahyu (al-ulum al-naqliyyah) dan ilmu rasio (al-Ulum al-‘Aqliyyah); (2) komodifikasi pendidikan yang didorong logika neoliberalisme; (3) krisis mutu manajemen dan tata kelola institusi; serta (4) liberalisasi paham keagamaan yang memicu krisis identitas. Sebagai solusi strategis, penelitian ini menawarkan model transformasi Transendental-Integratif yang mencakup tujuh variabel kunci: sentralitas tauhid sebagai poros utama, rekonstruksi paradigma dan kurikulum, reformasi tata kelola dan manajemen, penguatan epistemik dan produksi ilmu, reinstitusionalisasi nilai Islam, serta pengembangan daya saing global berbasis nilai. Reorientasi fundamental ini penting untuk mengembalikan peran pendidikan Islam sebagai pilar pencerahan spiritual dan intelektual yang beradab