Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui Mengenai Penanganan Pertama Balita Tersedak Di Wilayah Puskesmas Tigabinanga Tahun 2026 Yusuf Panserito Hulu; Indah Selviana; Hartaulina Saragih
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13003

Abstract

Tersedak (choking) merupakan kondisi tersumbatnya saluran napas secara total maupun sebagian oleh benda asing dari luar tubuh yang dapat menyebabkan kematian pada balita apabila tidak segera ditangani. Ibu menyusui yang memiliki balita berperan penting dalam pengawasan sehari-hari sehingga pengetahuannya mengenai penanganan pertama tersedak sangat menentukan keselamatan anak. Tujuan penelitiana ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu menyusui mengenai penanganan pertama balita tersedak di wilayah kerja Puskesmas Kec. Tiga Binanga Kab.Karo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu menyusui yang memiliki balita usia 20-40 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kec. Tiga Binanga Kab.Karo ,sejumlah 45 orang, dengan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan informasi dilakukan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reabilitas, selanjutnya dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden, sebagian besar (92,5%) ibu menyusui memiliki pengetahuan kurang mengenai penanganan pertama balita tersedak, 7,5% memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada responden dengan pengetahuan baik (0%). Mayoritas responden berusia 20-30 tahun (67,5%), berpendidikan terakhir SMA (85%), dan belum pernah mendapatkan informasi mengenai penanganan tersedak dari tenaga kesehatan maupun media (92,5%). Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar ibu menyusui di wilayah Puskesmas Kec. Tiga Binanga Kab.Karo, memiliki pengetahuan kurang mengenai penanganan pertama balita tersedak. Diperlukan upaya edukasi kesehatan secara berkelanjutan oleh tenaga kesehatan Puskesmas guna meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam menangani kasus tersedak pada balita.