Penelitian ini dilator belakangi oleh rendahnya tingkat kemampuan membaca siswa kelas III MI Nurul Ikhlas Benteng pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Kemampuan tersebut ditandai dengan rendahnya kelancaran membaca siswa, kurang mengenal tanda bacaan yang ada dan kesulitan memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran berbasisi Inquiry dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III MI Nurul Ikhlas Benteng? Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) dengan menggunakan dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi.. Subjek penelitian ini adalah semua siswa kelas III B .Instrumen penelitian ini dilakukan melalui observasi, tes kemampuan membaca dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara statistik deskriptif. Indikator keberhasilan pada penelitian ini adalah Terdapat peningkatan skor tes siswa dari Siklus I ke Siklus II sebanyak 10%, siswa yang memenuhi nilai KKM > 75% dari jumlah siswa, terdapat peningkatan kemampuan membaca cerita dengan benar, terdapat peningkatan kemampuan mengenali tanda baca bacaan Pada Siklus I hasil tes kemampuan membaca siswa mencapai kategori lancar dengan ketuntasan belajar 62,5% dengan rata-rata nilai 74,4 hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa belum mencapai kategori keberhasilan yang sudah di tentukan. Pada siklus II hasil tes kemampuan membaca siswa mencapai kategori lancar dengan ketuntasan belajar 75% dengan rata-rata nilai 79,9. Hasil tes dari siklus I ke Siklus II mengalami kenaikan ketuntasan belajar sebanyak 20% Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis inquiry dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa.