Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Konsumsi ASI Ekslusif, Susu Formula Standar dan Mix Feeding Terhadap Perbedaan Pertumbuhan Bayi Usia 0-12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wajok Hulu Lucky Prisandy; Maya Masita Ratri; Tika Desvicasari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13017

Abstract

Kesehatan ibu dan balita merupakan salah satu indikator utama kesehatan suatu bangsa, yang tercermin dari tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Data Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2020 menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif baru mencapai 61,6%, sehingga masih terdapat 38,4% bayi yang diberikan susu formula. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan susu formula masih menjadi alternatif yang cukup besar dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi. Variasi jenis dan komposisi susu formula yang digunakan berpotensi memengaruhi pertumbuhan bayi, sehingga perlu dikaji lebih lanjut dalam konteks pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pertumbuhan bayi usia 0–12 bulan berdasarkan pola konsumsi ASI eksklusif, susu formula, dan mix feeding. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik menggunakan desain kohort retrospektif. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Wajok Hulu dengan jumlah sampel sebanyak 63 bayi, yang terbagi secara proporsional ke dalam tiga kelompok, masing-masing 21 bayi pada kelompok ASI eksklusif, susu formula, dan mix feeding. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pertumbuhan panjang badan dan berat badan bayi usia 0–12 bulan berdasarkan pola pemberian ASI, terutama pada pengukuran kedua dan ketiga. Temuan ini mengindikasikan bahwa efek pola pemberian ASI terhadap pertumbuhan bayi bersifat kumulatif, sehingga perbedaan antar kelompok belum tampak signifikan pada pengukuran awal, namun menjadi bermakna seiring bertambahnya waktu pengamatan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah secara keseluruhan bayi usia 0–12 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki pertumbuhan panjang badan dan berat badan yang lebih optimal dibandingkan bayi yang mendapatkan susu formula maupun mix feeding. Temuan ini menegaskan pentingnya pemberian ASI eksklusif sebagai strategi promotif dan preventif dalam upaya meningkatkan kualitas tumbuh kembang bayi dan mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.