Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa kelas III MI NW Dasan Baru yang mengalami kesulitan belajar membaca, yang ditandai dengan rendahnya kemampuan mengenal huruf, membaca kata dan kalimat sederhana, kurang lancarnya membaca, serta rendahnya pemahaman terhadap isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan belajar membaca siswa, serta mengidentifikasi kendala dan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas III dan empat orang siswa yang mengalami kesulitan belajar membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, serta dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan beberapa strategi, yaitu: (1) bimbingan belajar secara individual; (2) pembiasaan membaca sebelum pembelajaran dimulai; (3) penggunaan media kartu huruf dan kartu kata; (4) latihan membaca secara berulang-ulang; (5) pemberian motivasi dan penguatan positif; serta (6) pemberian tugas membaca di rumah. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan membaca antarsiswa, rendahnya minat baca, kurangnya rasa percaya diri siswa, keterbatasan waktu pembelajaran, serta keterbatasan media dan bahan bacaan. Guru mengatasi kendala tersebut melalui pendampingan khusus, pemberian motivasi berkelanjutan, penyediaan bahan bacaan sederhana, dan kerja sama dengan orang tua. Penerapan berbagai strategi tersebut menunjukkan hasil yang positif terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa.