Latar Belakang: Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun kronis yangmenyebabkan inflamasi pada sendi sehingga menimbulkan nyeri, kekakuan, penurunan fungsi sendi,dan keterbatasan aktivitas sehari-hari. Nyeri lutut merupakan salah satu keluhan utama yang seringdialami lansia dengan RA. Selain terapi farmakologis, terapi nonfarmakologis seperti akupresur mulaibanyak digunakan sebagai terapi komplementer karena mudah dilakukan, aman, ekonomis, danmemiliki efek samping yang minimal.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap penurunanskala nyeri lutut pada lansia dengan Rheumatoid Arthritis di Puskesmas Tanjung Enim Tahun 2025.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One GroupPretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 35 responden yang dipilih menggunakan teknikpurposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis datadilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan Paired t-test karena databerdistribusi normal.Hasil: Sebelum diberikan terapi akupresur, sebagian besar responden mengalami nyeri sedangsebanyak 28 responden (80%) dan nyeri ringan sebanyak 7 responden (20%). Setelah diberikan terapiakupresur, sebanyak 22 responden (62,9%) tidak mengalami nyeri, 10 responden (28,6%) mengalaminyeri ringan, dan 3 responden (8,5%) masih mengalami nyeri sedang. Rata-rata skor nyeri menurundari 6,8±0,9 menjadi 3,4±1,1 dengan nilai p=0,002, sehingga menunjukkan adanya pengaruhsignifikan terapi akupresur terhadap penurunan skala nyeri lutut.Kesimpulan: Terapi akupresur terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri lutut pada lansiadengan Rheumatoid Arthritis sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu terapi komplementer dalampelayanan keperawatan di fasilitas kesehatan primer