Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Alat Tulis Kantor Dan Bahan Habis Pakai Non Medis di RSUD Teluk Bintuni Sipora Nebore; Meinarni Asnawi; Otniel Safkaur
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13120

Abstract

Latar Belakang: Pengelolaan logistik non-medis, khususnya Alat Tulis Kantor (ATK) dan Bahan Habis Pakai (BHP), merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional serta mutu pelayanan rumah sakit. Pengelolaan yang efektif meliputi proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi yang harus dilakukan secara tepat agar ketersediaan barang tetap terjamin dan pelayanan tidak terganggu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara mendalam pengelolaan logistik non-medis, khususnya ATK dan BHP, di rumah sakit yang mencakup proses perencanaan, mekanisme pengadaan, sistem penyimpanan dan distribusi, faktor yang memengaruhi efektivitas pengelolaan, serta penerapan sistem manajemen logistik secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap tiga partisipan yang terlibat langsung dalam pengelolaan logistik. Analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema dan subtema yang muncul dari pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ATK dan BHP non-medis telah berjalan secara sistematis dan terintegrasi, mulai dari perencanaan berbasis data hingga distribusi ke unit kerja. Namun, masih terdapat kendala dalam pengadaan, penyimpanan, dan distribusi, seperti keterlambatan supplier, keterbatasan anggaran, serta ketidaksesuaian stok. Faktor pendukung utama meliputi koordinasi, sistem digital, dan dukungan pimpinan, sementara hambatan utama adalah keterbatasan sumber daya dan infrastruktur. Secara keseluruhan, sistem sudah berjalan baik, tetapi belum optimal pada aspek akurasi persediaan.