Ruben Alexander Manibuy
Universitas Cendrawasih Jayapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kinerja PPK-Blud Rumah Sakit Umum Teluk Bintuni Dengan Menggunakan Balance Scorecard Ruben Alexander Manibuy; Balthazar Kambuaya; Quincy F. Kambuaya
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.13161

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit dengan pola pengelolaan keuangan BLUD dituntut memiliki kinerja yang efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu pelayanan sehingga pengukuran kinerja perlu dilakukan. Balanced Scorecard merupakan metode yang dapat mengevaluasi kinerja secara menyeluruh sehingga menjadi dasar dalam upaya peningkatan mutu dan keberlanjutan pelayanan rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengukur kinerja PPK-BLUD Rumah Sakit Umum Daerah Teluk Bintuni dengan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pasien dan pegawai rumah sakit, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan keuangan, rekam medis, dan data sumber daya manusia tahun 2022–2024. Analisis kinerja dilakukan berdasarkan empat perspektif Balanced Scorecard, yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PPK-BLUD secara umum tergolong cukup baik, namun belum optimal. Dari perspektif keuangan, rumah sakit masih mampu menjaga likuiditas dan produktivitas aset, tetapi menghadapi penurunan solvabilitas, perlambatan penagihan piutang, serta penurunan cost recovery rate. Perspektif pelanggan menunjukkan kinerja yang baik melalui peningkatan retensi dan akuisisi pasien serta tingkat kepuasan yang cukup tinggi, meskipun masih terdapat kekurangan pada kecepatan layanan, ketepatan jadwal, kenyamanan, dan penanganan keluhan. Pada perspektif proses bisnis internal, beberapa indikator menunjukkan perbaikan, namun efisiensi tempat tidur dan mutu klinis masih perlu ditingkatkan. Sementara itu, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan hasil sangat baik, terutama pada kepuasan dan retensi pegawai. Dengan demikian, RS perlu melakukan penguatan pada aspek keuangan, mutu pelayanan, efisiensi operasional, serta sistem penghargaan dan informasi agar kinerja rumah sakit lebih optimal dan berkelanjutan.