Muhtar Sofwan Hidayat
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Wonosobo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMIKIRAN PENDIDIKAN PAULO FREIRE Adelia Asfi Khalisa; Ita Ameliya Rahmawati; Imam Tantowi Alwi; Muhtar Sofwan Hidayat
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada hakikatnya merupakan sarana utama untuk membangun perubahan sosial dan membentuk kesadaran manusia. Namun dalam praktiknya, pendidikan sering kali justru melanggengkan dominasi dan ketidakadilan melalui sistem pembelajaran yang bersifat doktrinal dan menempatkan peserta didik sebagai objek pasif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori pendidikan pembebasan yang dikemukakan oleh Paulo Freire serta relevansinya dalam mengkritisi praktik pendidikan yang menindas. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis pemikiran Freire terkait konsep humanisasi, kritik terhadap sistem pendidikan gaya bank (banking concept of education), serta alternatif pendidikan dialogis melalui metode problem-posing. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan menurut Freire harus berorientasi pada proses humanisasi, yaitu memanusiakan manusia melalui pengembangan kesadaran kritis (critical consciousness). Pendidikan gaya bank yang memposisikan guru sebagai pusat pengetahuan dan murid sebagai objek pasif dinilai sebagai bentuk dehumanisasi yang harus diubah. Sebagai alternatif, Freire menawarkan pendidikan dialogis yang menempatkan guru dan murid sebagai subjek yang bersama-sama membangun pengetahuan melalui dialog kritis dan refleksi terhadap realitas sosial. Dengan demikian, pendidikan pembebasan menjadi sarana penting untuk membangun kesadaran kritis, memberdayakan peserta didik, serta menciptakan transformasi sosial yang lebih adil dan humanis.