Yeni Suryaningsih
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Sains Al-Qur’an Jawa Tengah di wonosobo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Etnosains Gerak Tari dan Bunyi Gamelan pada Tari Lengger Wonosobo sebagai Sumber Belajar IPA Kontekstual bagi Siswa Madrasah Ibtidaiyah Dita Ayuningtyas; Yeni Suryaningsih; Hesti Sangadah; Finna Sofiana; Ahmad Khoiri
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi tantangan dalam menghubungkan konsep-konsep ilmiah dengan pengalaman nyata peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan budaya lokal melalui pendekatan etnosains. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi pengetahuan etnosains pada gerak Tari Lengger Wonosobo dan bunyi gamelan sebagai sumber belajar IPA kontekstual bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi yang dilaksanakan di Sanggar Sido Maju, Kalibeber, Kabupaten Wonosobo. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan studi pustaka dengan narasumber Ketua Sanggar Sido Maju, pemain gamelan, dan guru IPA Madrasah Ibtidaiyah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahap kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak Tari Lengger mengandung konsep IPA berupa gerak, gaya, energi, koordinasi tubuh, dan keseimbangan, sedangkan bunyi gamelan merepresentasikan konsep getaran, gelombang bunyi, frekuensi, resonansi, dan perubahan energi. Rekonstruksi etnosains tersebut relevan dengan materi IPA fase B dan C Kurikulum Merdeka serta berpotensi menjadi sumber belajar yang kontekstual, meningkatkan motivasi belajar, memperkuat literasi sains, sekaligus menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal. Dengan demikian, Tari Lengger Wonosobo dan gamelan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber belajar IPA berbasis etnosains yang mendukung pembelajaran bermakna di Madrasah Ibtidaiyah.