Abstract. Seawater intrusion into groundwater is a critical environmental issue in Jakarta. This is exacerbated by excessive groundwater extraction and land subsidence. Therefore, monitoring water quality in DKI Jakarta is crucial. However, due to limited monitoring points, the study used spatial interpolation to estimate values at unsampled locations. This study aims to map the spatial pattern of groundwater salinity in Jakarta using the Trend Surface Analysis (TSA) method. The research data consists of salinity values from 262 monitoring wells in 2024 obtained from the DKI Jakarta Water Resources Agency. TSA is used as a global interpolation method to model regional trends in salinity distribution. The results show that the Cubic Polynomial Model based on the Latitude variable is significantly able to explain spatial variations in salinity (R² = 34.05%). The resulting spatial map reveals a clear trend where the highest salinity levels are in the northern coastal areas (Penjaringan, Kamalmuara) and gradually decrease southward. This confirms the strong influence of seawater intrusion on groundwater quality in North Jakarta. Abstrak. Intrusi air laut pada air tanah merupakan isu lingkungan kritis di Jakarta. Hal ini diperparah oleh ekstraksi air tanah berlebih dan penurunan muka tanah. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air di DKI Jakarta menjadi sangat penting. Namun, akibat adanya keterbatasan titik pantau maka penelitian dilakukan dengan menggunakan metode interpolasi spasial untuk menaksir nilai pada lokasi yang tidak tersampel. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola spasial salinitas air tanah di Jakarta menggunakan metode Trend Surface Analysis (TSA). Data penelitian terdiri dari nilai salinitas dari 262 sumur pantau pada tahun 2024 yang diperoleh dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta. TSA digunakan sebagai metode interpolasi global untuk memodelkan tren regional distribusi salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Polinomial kubik berdasarkan variabel Lintang secara signifikan mampu menjelaskan variasi spasial salinitas (R² = 34,05%). Peta spasial yang dihasilkan mengungkapkan tren tegas di mana tingkat salinitas tertinggi berada di wilayah pesisir utara (Penjaringan, Kamalmuara) dan menurun secara bertahap ke arah selatan. Hal ini mengonfirmasi kuatnya pengaruh intrusi air laut terhadap kualitas air tanah di Jakarta Utara.