Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh aktivitas fisik terhadap derajat keparahan osteoarthritis lutut berdasarkan klasifikasi kellgren–Lawrence Elsafrida, Artia Rizqi Wardhani; Muhamad , Hasan
Jember Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis lutut merupakan salah satu penyakit degeneratif sendi yang paling sering dijumpai dan menjadi penyebab utama nyeri serta disabilitas pada usia dewasa hingga lanjut usia. Prevalensinya terus meningkat seiring bertambahnya usia harapan hidup dan perubahan gaya hidup masyarakat. Sendi lutut sebagai sendi penopang beban tubuh sangat rentan mengalami kerusakan struktural akibat tekanan mekanik yang berulang, terutama pada individu dengan aktivitas fisik berat. Tingkat keparahan osteoartritis lutut secara radiologis umumnya dinilai menggunakan klasifikasi Kellgren–Lawrence yang menjadi standar dalam praktik klinis dan penelitian. Namun, hubungan antara aktivitas fisik dan derajat keparahan osteoartritis lutut masih menunjukkan hasil yang bervariasi, khususnya pada populasi dengan karakteristik pekerjaan dan gaya hidup tertentu seperti masyarakat Kabupaten Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas fisik terhadap derajat keparahan osteoartritis lutut berdasarkan klasifikasi Kellgren–Lawrence. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional), dilaksanakan di Poli Ortopedi Rumah Sakit Bina Sehat Jember pada periode Agustus hingga November 2025. Subjek penelitian adalahpasien yang terdiagnosis osteoartritis lutut secara klinis dan radiologis serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Data aktivitas fisik diperoleh melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan derajat keparahan osteoartritis berdasarkan klasifikasi Kellgren–Lawrence diperoleh dari rekam medis dan pemeriksaan radiografi lutut. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman, serta multivariat menggunakan regresi logistik ordinal dengan pengendalian variabel usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan bermakna dengan derajat keparahan osteoartritis lutut. Aktivitas fisik dengan intensitas tinggi cenderung berhubungan dengan derajat osteoartritis yang lebih berat. Analisis multivariat menunjukkan bahwa aktivitas fisik tetap berpengaruh signifikan terhadap derajat keparahan osteoartritis setelah dikontrol oleh usia dan jenis kelamin, dengan aktivitas fisik sebagai faktor yang memiliki pengaruh paling kuat.