Era Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity (VUCA) menghadirkan tantangan yang semakin kompleks terhadap pembentukan karakter generasi muda. Perkembangan teknologi digital, perubahan sosial yang cepat, serta meningkatnya berbagai risiko moral dan sosial menuntut hadirnya model kepemimpinan yang mampu membentuk generasi yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter kuat dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan berbasis nilai Islam dalam pembentukan karakter generasi penerus serta merumuskan model konseptual pembinaan karakter yang adaptif terhadap tantangan era VUCA pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 22 informan, observasi partisipatif pada 23 aktivitas organisasi dan pembinaan, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, open coding, axial coding, sintesis tematik, dan triangulasi sumber maupun metode untuk menjamin kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter generasi penerus dilaksanakan melalui integrasi kepemimpinan berbasis nilai Islam, sistem manajemen pembinaan yang terstruktur, budaya organisasi yang kuat, serta internalisasi nilai-nilai karakter secara berkelanjutan. Penelitian menemukan model strategi kepemimpinan yang terdiri atas karakter kepemimpinan ARMA (Adil, Rofiq, Muhsin, dan Aris), tata kelola pembinaan ARKK (Acara, Rencana, Kerja, dan Kontrol), budaya organisasi Tuntas (Dituntun dari Atas), dan internalisasi 29 Karakter Luhur sebagai mekanisme pembentukan generasi penerus. Integrasi komponen tersebut menghasilkan generasi yang religius, disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta adaptif terhadap tantangan era VUCA. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model strategi kepemimpinan berbasis nilai Islam yang mengintegrasikan kepemimpinan, sistem pembinaan, budaya organisasi, dan internalisasi karakter dalam satu kerangka konseptual pembentukan generasi penerus. Model ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori kepemimpinan berbasis nilai, manajemen pembinaan generasi, dan pendidikan karakter pada organisasi berbasis nilai Islam.