Fransisca Desti Kurniasih
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Fransisca Desti Kurniasih; Galih Ayu Tias Respati; Yulia Nur Khayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescence is a period of rapid growth and development. Generally, adolescents who experience menarche between the ages of 12 and 16 have a normal menstrual cycle every 22-35 days, lasting 2-7 days. Discomfort before and during menstruation occurs in almost all women, including pain in the lower back and abdomen, radiating to the upper legs. Dysmenorrhea, also known as abdominal pain originating from uterine cramps and occurring during menstruation, disrupts daily activities, and is most often found in young and reproductive women. Treatment for dysmenorrhea includes pharmacological (drug) and non-pharmacological (complementary) approaches. The latest complementary theory suggests that several meridian points in the body can reduce menstrual pain. These include: Li4 (Hegu), PC6 (Neiguan), SP6, and LR3 (Taichong). Community service activities for teenagers at the Sehat Ceria Posyandu were carried out on May 15, 2026, at 4:00 PM WIB in the multipurpose building belonging to RW 11, Pudak Payung sub-district, Semarang city, involving 8 teenagers. The implementation method included a pre-test, material presentation, demonstration, discussion, direct practice, and post-test. The media used were power points and leaflets. The pre-test results showed that the level of knowledge of teenagers was in the sufficient category (63.02%). After the material presentation, discussion, and demonstration, the post-test results of adolescent knowledge increased significantly, namely in the good category (95.31%). Counseling and training on complementary techniques for reducing menstrual pain effectively increased adolescent knowledge about complementary techniques for reducing menstrual pain. It is recommended that similar training be carried out regularly during adolescent Posyandu or youth meetings and supported by mentoring from cadres and the local Health Office.   Abstrak Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Umumnya, remaja yang mengalami menarche pada usia 12 tahun sampai dengan 16 tahun, siklus menstruasi normal terjadi setiap 22-35 hari, lamanya selama 2-7 hari. Ketidaknyamanan sebelum dan selama menstruasi hampir terjadi oleh semua wanita yaitu nyeri pada punggung bawah, perut dan menjalar hingga ke bagian atas tungkai, sehingga istilah dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi yang menggangu aktifitas sehari-hari yang paling sering ditemui pada wanita muda dan reproduktif. Pengobatan dismenorhea dengan non farmakologi bertujuan untuk mengurangi intensitas nyeri haid, memperbaiki kualitas hidup, serta meminimalkan efek samping obat dengan cara aman dan alami. Dalam teori komplementer terbaru, terdapat beberapa titik meridian di dalam tubuh kita yang dapat mengurangi intensitas nyeri saat haid, diantara gerakannya, yakni: titik Li4 (Hegu), Titik PC6  (Neiguan), Titik SP6, Titik LR3 (Taichong). Kegiatan pengabdian masyarakat untuk remaja posyandu Sehat Ceria dilakukan pada tanggal 15 Mei 2026 jam 16.00 WIB di Gedung serbaguna milik RW 11 kelurahan pudak payung kota Semarang, melibatkan 8 remaja. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, pemaparan materi, demonstrasi, diskusi, praktik langsung dan post-test. Media yang digunakan berupa power point dan leaflet dengan instrument lembar observasi pre test dan post test untuk menilai perbandingan pada remaja. Hasil pre-test menunjukkan  tingkat pengetahuan remaja berada di kategori cukup (63,02%). Setelah pemaparan materi, diskusi dan demonstrasi, hasil post-test pengetahuan remaja meningkat signifikan yaitu di kategori baik (95,31%). Penyuluhan dan pelatihan tentang komplementer teknik mengurangi nyeri haid efektif meningkatkan pengetahuan remaja tentang komplementer teknik mengurangi nyeri haid. Disarankan agar pelatihan serupa dilakukan rutin saat ada posyandu remaja atau pertemuan karang taruna dan didukung pendampingan kader serta Dinas Kesehatan setempat.