Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN TELUR REBUS DAN MADU TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI KLINIK FATIMAH ALI II Katarina Julike; Irwandi Irwandi; Stefani Anastasia Sitepu; Friska Ernita Sitorus; Siska Anggreni Lubis
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14089

Abstract

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat menyebabkan sejumlah masalah bagi ibu dan janin. Mengonsumsi makanan yang kaya zat besi dan nutrisi lain yang meningkatkan perkembangan hemoglobin, seperti telur rebus dan madu, merupakan salah satu metode non-farmakologis untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah mengonsumsi telur rebus dan madu dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia di Klinik Fatimah Ali II, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, pada tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode pretest-posttest satu kelompok dalam desain penelitian pra-eksperimental. Pengambilan sampel bertujuan (purposive sampling) digunakan untuk mengidentifikasi 18 ibu hamil anemia sebagai sampel. Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Z sebesar -4,066 dan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa mengonsumsi telur rebus dan madu dapat meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia secara signifikan secara statistik. Kadar hemoglobin meningkat pada semua responden (100%) setelah intervensi. Kesimpulannya, mengonsumsi telur rebus dan madu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin pada pasien hamil dengan anemia di Klinik Fatimah Ali II pada tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan tersebut mungkin merupakan pengobatan non-farmakologis potensial untuk anemia selama kehamilan.