Munirah
Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Metode Kunjungan Lapangan Berbasis Budaya Lokal dalam Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Anak Maghfira Adinda Rahmah Alimuddin; Munirah; Indriani
Bunayya: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Prodi PGMI STIT Al-Ittihadiyah Labuhanbatu Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61082/bunayya.v7i3.741

Abstract

Curiosity is one of the essential aspects of early childhood development because it encourages children to actively seek information, explore their environment, and construct knowledge independently. Based on preliminary observations conducted in Group A1 of TK Negeri Pembina Kota Gorontalo, most children demonstrated a low level of curiosity, as indicated by limited questioning, observing, and exploratory behaviors during learning activities. This study aimed to enhance children's curiosity through the implementation of a field trip method based on the introduction of Gorontalo local culture. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach using the Kemmis and McTaggart model, which was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 17 children from Group A1 of TK Negeri Pembina Kota Gorontalo. Data was collected through observation and documentation techniques and analyzed using qualitative and quantitative methods. The findings revealed that the implementation of the field trip method significantly improved children's curiosity. The average percentage of curiosity achievement increased from 39.70% in the pre-cycle stage to 46.17% in Cycle I and reached 88.82% in Cycle II. These results indicate that the field trip method based on Gorontalo local culture is effective in fostering children's curiosity through concrete, contextual, and meaningful learning experiences.
MODEL KOLABORASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN ORANG TUA DALAM MENGHADAPI KENAKALAN PESERTA DIDIK DI SD NEGERI 76 KOTA TENGAH KOTA GORONTALO Riana Ramadani; Munirah; Rakhmawati
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kolaborasi antara guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan orang tua dalam menghadapi kenakalan peserta didik di SD Negeri 76 Kota Tengah Kota Gorontalo, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kolaborasi, serta menganalisis dampaknya terhadap pembinaan akhlak dan kedisiplinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yang terdiri atas guru PAI, peserta didik, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi guru PAI dan orang tua dilakukan melalui komunikasi intensif, penggunaan buku penghubung, kunjungan orang tua ke sekolah dan home visit, serta kerja sama dalam pembiasaan nilai-nilai keagamaan. Faktor pendukung kolaborasi meliputi kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan akhlak, keterbukaan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesibukan orang tua, perbedaan pola asuh, serta kurangnya konsistensi dalam pembinaan di rumah. Dampak kolaborasi tersebut terlihat pada perubahan perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kedisiplinan, kepatuhan terhadap guru, sikap sopan, serta kesadaran dalam melaksanakan ibadah. Dengan demikian, kolaborasi antara guru PAI dan orang tua memiliki peran penting dalam menanggulangi kenakalan peserta didik dan membentuk akhlakul karimah di lingkungan sekolah dasar