Museum Olahraga Surabaya (MOS) merupakan museum tematikyang berfungsi sebagai sarana edukasi sejarah olahraga dan mediainspirasi bagi generasi muda. Namun, sebagai museum yangrelatif baru, tingkat kesadaran masyarakat terhadapkeberadaannya masih rendah. Promosi yang dilakukan belummampu menonjolkan identitas museum secara khusus karenamasih bergabung dengan museum lain dalam satu akun mediasosial, sedangkan media promosi yang tersedia dinilai kurangmenarik dan komunikatif. Penelitian ini bertujuan merancangmedia promosi berupa video motion untuk meningkatkan dayatarik serta memperkenalkan Museum Olahraga Surabaya kepadamasyarakat, khususnya remaja usia 14–20 tahun. Penelitianmenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan DesignThinking yang meliputi tahap empathize, define, ideate, prototype, dantest. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara,dokumentasi, dan studi literatur, sedangkan analisis datamenggunakan metode SWOT dan Unique Selling Proposition (USP).Hasil perancangan berupa video motion promosi dengan gayavisual flat design yang dikemas secara dinamis dan informatifmelalui penggunaan ilustrasi, warna, tipografi, serta prinsipmotion graphic. Media utama didukung oleh beberapa mediapendukung seperti feed Instagram, brosur, dan merchandise sebagaisarana penguatan promosi. Perancangan ini diharapkan dapatmeningkatkan awareness masyarakat terhadap Museum OlahragaSurabaya serta membangun persepsi bahwa museum merupakanruang edukatif dan inspiratif yang menarik untuk dikunjungi. Kata kunci: media promosi, motion graphic, Design Thinking,Museum Olahraga Surabaya, komunikasi visual.