Desi Ari Madiyanti
Fakultas Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA SISWA SISWI KELAS X DI SMK WIDYA YAHYA GADINGREJO, KABUPATEN PRINGSEWU Desi Ari Madiyanti; Idayati; Hananda Tri Y
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i2.3702

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi dapat memengaruhi perilaku seksual remaja dan meningkatkan risiko terjadinya kehamilan tidak diinginkan serta infeksi menular seksual. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa/siswi kelas X di SMK Widya Yahya Gadingrejo Kabupaten Pringsewu sebanyak 164 siswa. Sampel berjumlah 68 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku seks bebas. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, namun masih terdapat responden dengan tingkat pengetahuan kurang dan perilaku seksual berisiko. Uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seks bebas pada remaja siswa/siswi kelas X di SMK Widya Yahya Gadingrejo. Peningkatan pendidikan kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah sangat diperlukan sebagai upaya pencegahan perilaku seks bebas.