Peningkatan mutu rumah sakit dapat dipengaruhi oleh penerapan clinical pathway yang dapat dilihat pada indikator mutu pelayanan yaitu pada data Length Of Stay (LOS), data Kejadian Nyaris Cedera dan Kejadian Tidak Diharapkan, seperti pemberian tindakan yang tidak sesuai. Tujuan : untuk mengetahui bagaimana gambaran penerapan clinical pathway di RSUD Labuang Baji Makassar. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Metodologi kualitatif sebagai proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam (indept interview) dan dokumentasi selama penelitian berlangsung untuk menganalisis lebih dalam tentang penerapan clinical pathway di rsud labuang baji.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masalah utama yang diangkat adalah Kurangnya Kepatuhan tenaga kesehatan terkait dalam penerapan clinical pathway di RSUD Labuang Baji Makassar. Berdasarkan hasil wawacara dan observasi Kurangnya Kepatuhan Tenaga Kesehatan terkait dalam Implementasi clinical pathway disebabkan oleh beberapa yaitu karena standar yang belum dijalankan, kurangnya SDM, kurangnya pelaksanaan audit, kurangnya sosilaisasi dan sarana prasarana yang belum terpenuhi. Disarankan kepada petugas kesehatan agar memberi asuhan sesuai dengan clinical pathway, untuk manajemen agar merekrut tenaga farmasi, menyediakan anggaran untuk kebutuhan logistik farmasi, menindak lanjuti setiap temuan yang ada, melakukan monitoring evaluasi lebih lanjut dan berkala terhadap pelaksanaan clinical pathway sehingga dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan rumah sakit.