Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Quizlet dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Pengabdian Demmy Tabuni; Paskalis Kaipman; Selmina Rumawak
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6018

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat (Pengabdian kepada Masyarakat/PkM) ini, sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, bertujuan untuk mempromosikan integrasi aplikasi digital dalam pembelajaran bahasa Inggris di Sekolah Islam RA Yaa Bunayya, Distrik Heram, Jayapura, Papua. Peserta kegiatan ini adalah 15 siswa Generasi Z, berusia 13–15 tahun, yang secara rutin menggunakan smartphone untuk hiburan dan media sosial. Untuk menghubungkan keterlibatan digital mereka untuk tujuan pendidikan, tim PkM menerapkan pembelajaran bahasa dengan bantuan smartphone menggunakan aplikasi Quizlet untuk meningkatkan penguasaan kosakata dan motivasi belajar siswa. Melalui fitur interaktif seperti flashcard, permainan, dan kuis, siswa secara aktif berpartisipasi dalam latihan kosakata. Kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi Quizlet dalam pengajaran ahasa Inggris secara efektif mendukung pengembangan kosakata dan mendorong penggunaan teknologi digital yang lebih bermakna untuk belajar.
ASSESSING THE PRACTICALITY OF REWARD SYSTEMS: THE CASE OF THE "HAPPY AND SAD LIST" Demmy Tabuni; Paskalis Kaipman; Ivona Dorobia
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13451

Abstract

ABSTRACT The implementation of reward systems in classrooms has been widely adopted to encourage positive behavior and enhance students' learning motivation. However, studies examining the psychological and pedagogical implications of openly grouping students through the happy and sad list approach remain limited. This study aimed to analyze the implementation of a reward system using the happy and sad list approach by examining its implications for students' behavior, learning motivation, and psychological development. The study employed a qualitative case study design using an authentic case published in The Psychologist as the unit of analysis. Data were analyzed through repeated reading, thematic coding, and interpretive analysis using theoretical triangulation by integrating perspectives from behaviorism, incentive theory, labeling theory, and the humanistic approach. The findings indicate that this approach can promote positive behavior, increase classroom participation, and strengthen learning motivation when implemented fairly and supported by positive reinforcement. Conversely, inappropriate implementation may lead to negative labeling, reduced self-efficacy, emotional discomfort, and diminished learning motivation. These findings underscore the importance of balancing positive reinforcement, students' psychological well-being, equitable instructional practices, and collaboration between schools and families to foster an inclusive learning environment. ABSTRAK Penerapan reward system di kelas telah banyak digunakan untuk mendorong perilaku positif dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Namun, kajian mengenai implikasi psikologis dan pedagogis dari pengelompokan peserta didik secara terbuka melalui pendekatan happy and sad list masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan reward system melalui pendekatan happy and sad list dengan mengkaji implikasinya terhadap perilaku, motivasi belajar, dan perkembangan psikologis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang memanfaatkan kasus autentik yang dipublikasikan dalam The Psychologist sebagai unit analisis. Data dianalisis melalui pembacaan berulang, pengodean tematik, dan interpretasi menggunakan triangulasi teori yang mengintegrasikan perspektif behaviourism, incentive theory, labelling theory, dan pendekatan humanistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut dapat mendorong perilaku positif, meningkatkan partisipasi kelas, dan memperkuat motivasi belajar apabila diterapkan secara adil serta didukung positive reinforcement. Sebaliknya, penerapan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan pelabelan negatif, menurunkan self-efficacy, memicu ketidaknyamanan emosional, dan mengurangi motivasi belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan perilaku yang menyeimbangkan penguatan positif, kesejahteraan psikologis, praktik pembelajaran yang adil, serta kolaborasi sekolah dan keluarga dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif.
Evaluasi Efektivitas Program Bridging Penulisan Dasar Ilmiah bagi Mahasiswa Kerja Sama Pemerintah Kabupaten Puncak Ivona Dorobia; Selmina Rumawak; Onisimus Faot; Paskalis Kaipman; Demmy Tabuni
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 4 (2026): September 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of the Scientific Academic Writing Bridging Program for students participating in the partnership between the Government of Puncak Regency and Universitas Internasional Papua in improving their academic writing skills prior to entering regular university courses. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. The participants consisted of 28 students enrolled in the Bridging Program. Quantitative data were collected through pre-test and post-test scores, while qualitative data were obtained from classroom observations, documentation, reflective notes, and students' writing portfolios. Data were analyzed using descriptive statistics, Normalized Gain (N-Gain), comparative tests based on data distribution, and thematic analysis. The findings revealed that the students' mean score increased from 38.86 in the pre-test to 62.96 in the post-test, indicating that the Bridging Program effectively improved their basic academic writing skills. Qualitative findings also demonstrated improvements in idea development, text organization, and the use of academic language. The program's success was supported by structured instruction, continuous writing practice, constructive lecturer feedback, and active student participation. Overall, the Bridging Program serves as an effective strategy for strengthening the academic readiness of students from Indonesia's disadvantaged, frontier, and outermost (3T) regions before entering higher education.