Bencana banjir yang melanda Desa Alur Jambu, Kabupaten Aceh Tamiang, menimbulkan dampak multidimensional terhadap kehidupan masyarakat, khususnya pada aspek pendidikan, kesehatan, psikososial, dan ekonomi keluarga. Kondisi pascabencana menyebabkan terjadinya learning loss pada siswa sekolah dasar akibat terganggunya proses pembelajaran, rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), meningkatnya tekanan psikologis masyarakat, serta menurunnya keberlangsungan usaha kreatif masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan level keberdayaan masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan pemberdayaan berbasis pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi komunitas. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, implementasi teknologi sederhana, pendampingan intensif, dan evaluasi. Program melibatkan 50 mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi PGSD, PG-PAUD, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, dan Manajemen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai indikator keberdayaan masyarakat. Pada mitra siswa sekolah dasar, kemampuan manajemen diri meningkat dari 33,75% menjadi 78,75%, sedangkan keterampilan akademik dan sosial meningkat dari 35,60% menjadi 77,40%. Pada masyarakat pengungsian, penerapan PHBS dan kesehatan masyarakat meningkat dari 37,00% menjadi 77,40%, sementara kapasitas manajemen usaha kreatif meningkat dari 21,00% menjadi 63,00%. Luaran kegiatan berupa media pembelajaran interaktif, poster PHBS, modul parenting adaptif, serta modul pelatihan usaha masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin berbasis pemberdayaan masyarakat efektif dalam mempercepat pemulihan pascabencana secara berkelanjutan.