Rena Ardini Munasti
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, 23611, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN KELUARGA NELAYAN DI GAMPONG LHOK BUBON ACEH BARAT Rena Ardini Munasti; Rahma Wati; Raniyah; Nurmi Hazziza; Misa Sulasti; Sopar Sinambela
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6390

Abstract

Latar belakang: Pendidikan merupakan hak setiap individu tanpa membedakan jenis kelamin. Namun, dalam masyarakat nelayan masih terdapat ketidaksetaraan gender dalam pendidikan, baik dalam bentuk perbedaan dukungan keluarga, pembagian tugas domestik, maupun harapan orang tua terhadap anak laki-laki dan perempuan. Kondisi ekonomi keluarga nelayan yang tidak menentu sering memengaruhi keputusan pendidikan anak. Di Desa Lhok Bubon, sebagian besar anak tetap bersekolah, tetapi ketidaksetaraan gender dapat terlihat dari perbedaan kesempatan dan dukungan yang diberikan kepada anak berdasarkan jenis kelamin. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, kondisi ini berkaitan dengan konstruksi sosial gender yang membentuk peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender dalam pendidikan pada keluarga nelayan di Desa Lhok Bubon, faktor penyebabnya, serta pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan budaya terhadap pendidikan anak laki-laki dan perempuan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan yang adil dan setara bagi semua anak. Tujuan: Mengetahui bentuk ketidaksetaraan gender dalam pendidikan pada anak keluarga nelayan di Gampong Lhok Bubon serta faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhinya. Metode: Kegiatan pengabdian dilatarbelakangi oleh masih adanya perbedaan peran dan pengalaman pendidikan antara anak laki-laki dan perempuan pada keluarga nelayan. Peserta kegiatan adalah anak-anak nelayan di Gampong Lhok Bubon. Metode yang digunakan berupa pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara informal, interaksi langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebagian besar anak nelayan masih aktif mengikuti pendidikan formal, namun ditemukan perbedaan pengalaman pendidikan berdasarkan gender. Anak perempuan lebih banyak terlibat dalam pekerjaan domestik, sedangkan anak laki-laki memiliki kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan. Kesimpulan: Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan masih terjadi dalam pembagian peran dan kesempatan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya kesetaraan gender agar setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.