Gelandangan dan pengemis merupakan kelompok rentan yang tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga dengan pengalaman penolakan, stigma, dan putusnya dukungan sosial. Situasi tersebut dapat membuat mereka semakin sulit membangun rasa percaya diri, menjalin komunikasi yang sehat, serta menyesuaikan diri dengan aturan dan harapan lingkungan. Karena itu, layanan rehabilitasi sosial perlu dilengkapi dengan penguatan kapasitas psikososial yang menyentuh kebutuhan peserta secara lebih manusiawi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai keterampilan sosial sebagai bekal untuk memperkuat adaptabilitas sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilaksanakan di UPTD Pelayanan Sosial Gelandangan dan Pengemis Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dengan melibatkan 50 penerima manfaat. Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, simulasi atau role play, serta evaluasi menggunakan pre- test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup komunikasi interpersonal, kemampuan mendengarkan, empati, pengendalian emosi, kerja sama, etika berinteraksi, penyelesaian konflik, dan strategi beradaptasi di lingkungan sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti psikoedukasi. Peserta juga tampak lebih berani terlibat dalam diskusi, mencoba peran dalam simulasi, dan mengenali perilaku sosial yang lebih adaptif. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi keterampilan sosial dapat menjadi pendekatan pendukung dalam menyiapkan gelandangan dan pengemis untuk membangun relasi yang lebih positif serta menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih bermartabat.