Kristina
Program Studi Sarjana Keperawatan Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EDUKASI DAN SKRINING RESIKO DIABETES MELITUS PADA ANAK Marthalena Simamora; Janno Sinaga; Henny Syafitri; Normi Sipayung; Meytri Kristina Duha; Kristina; Mahdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6480

Abstract

Obesitas dan Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan yang kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia remaja, terutama akibat perubahan gaya hidup, pola makan tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Usia remaja merupakan kelompok rentan yang perlu mendapatkan perhatian khusus karena berada pada masa transisi yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan kebiasaan sehari-hari. Kegiatan edukasi dilaksanakan sebagai upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan dan skrining dini risiko obesitas serta diabetes melitus pada siswa SMP Katolik Mariana Medan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pencegahan obesitas dan diabetes melitus, serta melakukan skrining kesehatan melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, dan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 08 Juni 2026 di SMP Katolik Mariana Medan yang diikuti oleh 23 siswa kelas VIII, terdiri dari 11 laki-laki (47,83%) dan 12 perempuan (52,17%). Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan menggunakan media power point dan leaflet, tanya jawab interaktif, ice breaking, serta skrining kesehatan langsung. Hasil skrining menunjukkan mayoritas peserta memiliki status gizi normal sebanyak 16 orang (69,57%), namun terdapat 5 orang (21,74%) overweight dan 2 orang (8,70%) obesitas. Kadar gula darah sewaktu normal ditemukan pada 19 orang (82,61%). Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah mengikuti kegiatan. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan di sekolah dengan melibatkan pihak Puskesmas, guru, dan orang tua siswa.