Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran room attendant dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembersihan kamar di Hotel Kimaya Sudirman by Harris Yogyakarta, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menganalisis upaya supervisor dalam memastikan SOP dijalankan dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Responden dalam penelitian ini berjumlah 20 room attendant. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan Skala Likert untuk mengetahui tingkat pemahaman responden terhadap penerapan SOP pembersihan kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa room attendant memiliki tingkat pemahaman yang sangat baik terhadap penerapan SOP pembersihan kamar dengan rata-rata skor berada pada kategori “sangat paham”. Room attendant memahami tanggung jawab menjaga kebersihan kamar, prosedur pembersihan sesuai SOP, pentingnya menjaga privasi tamu, serta profesionalisme kerja yang mencerminkan citra hotel. Penelitian ini juga menemukan adanya beberapa kendala dalam penerapan SOP, antara lain keterbatasan alat kerja, beban kerja yang tinggi, keterbatasan waktu, hambatan komunikasi antar staf, dan permintaan tamu di luar standar operasional. Selain itu, supervisor housekeeping memiliki peran penting melalui briefing rutin, pengawasan langsung, inspeksi kamar, serta evaluasi kerja untuk memastikan SOP dijalankan secara konsisten. Secara keseluruhan, penerapan SOP pembersihan kamar di Hotel Kimaya Sudirman by Harris Yogyakarta telah berjalan dengan baik, namun masih diperlukan peningkatan fasilitas kerja, pelatihan, dan pengawasan agar kualitas pelayanan housekeeping tetap optimal.