Program elektrifikasi di Indonesia bertujuan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dengan cara meningkatkan konversi energi dari bahan bakar gas dan minyak menjadi listrik. Program ini melibatkan pengembangan infrastruktur energi yang berkelanjutan, pemanfaatan sumber energi terbarukan, dan peningkatan kapasitas penggunaan konversi listrik seperti kompor hingga kendaraan listrik. Kendaraan listrik seperti mobil listrik merupakan capaian teknologi yang saat ini marak diimplementasikan. Di Indonesia, Puspernas menyelenggarakan lomba Kompetisi Mobil Listrik Indonesia (KMLI) yang diadakan tahunan di Politeknik Negeri Bandung (Polban). Institut Teknologi Kalimantan telah rutin mengikuti lomba tersebut dalam 2 tahun terakhir namun belum mencapai kesuksesan pada level nasional. Hal tersebut menjadi alasan utama riset ini. Studi ini mengevaluasi salah satu faktor pada kendaraan listrik yaitu sasis. Sasis merupakan komponen penopang yang bertugas menahan gaya yang terjadi saat kendaraan bekerja. Metode pembebanan sasis dilakukan menggunakan beban statis kendaraan, beban tabrak depan, samping, dan kondisi kendaraan terbalik. Simulasi dilakukan menggunakan metode Finite Element Analysis (FEA).. Hasil analisis meliputi tegangan ekuivalen (von mises stress), defleksi, dan nilai safety factor. Sasis Formula Elektrik Enggang ITK mampu menahan beban statis vertikal 152,3 kg dengan baik dilihat dari tegangan von mises, defleksi, dan safety factor dengan menggunakan material ASTM A36, namun sasis tidak mampu menahan beban tabrak depan, samping, dan kondisi terbalik dari kecepatan 60 km/h. Hal ini menunjukkan sasis akan rusak permanen saat terjadi tabrakan. Perlu dilakukan perubahan material atau desain penguat sasis sehingga sasis mampu menahan gaya akibat tabrakan.