Zahroh Shaluhiyah
Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Makan, Stres, dan Dismenore pada Mahasiswi Kartika Mayangsari Rachman; Ratih Indraswari; Zahroh Shaluhiyah
Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat Vol 6, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jrkm.2026.29956

Abstract

Latar belakang: Dismenore dialami oleh lebih dari 50% perempuan usia reproduktif di seluruh dunia, bahkan pada beberapa penelitian di Indonesia prevalensinya mencapai 64–84%, sehingga menjadi salah satu gangguan ginekologi yang paling sering dikeluhkan. Kondisi ini menimbulkan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas akademik, sosial, dan kualitas hidup mahasiswi. Faktor gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat dan stres, diduga berkontribusi terhadap timbulnya dismenore, meskipun hasil penelitian sebelumnya masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dan stres dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan 105 responden mahasiswi tingkat akhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik menstruasi, pola makan, dan stres (DASS-21). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden berusia 21–22 tahun dan mengalami dismenore sedang–berat (51,4%). Berdasarkan hasil uji statistik, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (p=0,210), usia menarche (p=0,805), durasi menstruasi (p=0,339), pola makan (p=0,223), maupun tingkat stres (p=0,196) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia, usia menarche, durasi menstruasi, pola makan (asupan energi), dan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Faktor lain seperti aktivitas fisik, pola tidur, status gizi, dan faktor psikososial perlu dipertimbangkan dalam penelitian lanjutan dengan desain longitudinal dan jumlah sampel yang lebih besar.