Latar belakang: Pelayanan kesehatan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh aspek klinis, tetapi juga oleh kemampuan sistem pelayanan dalam merespons kebutuhan nonmedis pasien. Klinik Pratama Diponegoro I sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan dengan jumlah kapitasi 27.783 peserta mengalami peningkatan kunjungan pasien selama tiga tahun terakhir. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam menjaga kecepatan, efisiensi, serta kualitas pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara aspek responsivitas dengan tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Umum Klinik Pratama Diponegoro I Kota Semarang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 100 pasien berdasarkan proportional sampling. Pengumpulan data dilakukan pada September 2025 dengan kuesioner, kemudian diuji korelasinya dengan uji Chi-Square. Hasil: Seluruh aspek responsivitas, yaitu dignity (p=0,000), autonomy (p=0,000), confidentiality (p=0,000), prompt attention (p=0,000), social support (p=0,000), basic amenities (p=0,000), dan choice of provider (p=0,020), memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan pasien. Simpulan: Terdapat korelasi antara aspek responsivitas dengan tingkat kepuasan pasien di Poliklinik Umum Klinik Pratama Diponegoro I Kota Semarang. Dalam rangka optimalisasi mutu pelayanan yang berorientasi pada pasien, klinik disarankan untuk meningkatkan kualitas komunikasi staf klinik dan tenaga medis dengan pasien, efisiensi waktu tunggu, dan penyediaan informasi pelayanan. Kata kunci: Responsivitas, Kepuasan Pasien, Klinik Pratama