Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental dan perilaku seksual akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang terjadi pada masa perkembangannya. Salah satu faktor yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mental serta membentuk perilaku seksual yang positif adalah dukungan emosional keluarga. Kurangnya perhatian, kasih sayang, komunikasi, dan dukungan dari keluarga dapat meningkatkan risiko gangguan emosional maupun perilaku seksual berisiko pada remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental dan perilaku seksual remaja di MTs Darul Hijrah NW Orong Balu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 52 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan emosional keluarga, Self Reporting Questionnaire (SRQ) untuk mengukur kesehatan mental, serta kuesioner perilaku seksual remaja. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar responden memiliki dukungan emosional keluarga dalam kategori baik sebanyak 35 responden (67,3%), kesehatan mental dalam kategori sehat sebanyak 39 responden (75,0%), dan perilaku seksual dalam kategori rendah sebanyak 41 responden (78,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental remaja (p = 0,000) serta terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan perilaku seksual remaja (p = 0,000) sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dengan kesehatan mental dan perilaku seksual remaja di MTs Darul Hijrah NW Orong Balu. Semakin baik dukungan emosional yang diberikan keluarga, semakin baik kesehatan mental remaja dan semakin rendah kecenderungan perilaku seksual berisiko.