Proses pemantauan cairan infus di RSUD Dr. Fauziah Bireuen saat ini masih dilakukan secara manual oleh tenaga medis. Keterbatasan jumlah perawat dibandingkan dengan volume pasien rawat inap menimbulkan risiko keterlambatan penggantian botol infus, yang dapat berakibat fatal seperti naiknya darah pasien ke dalam selang infus akibat habisnya cairan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring cairan infus otomatis secara real-time berbasis Internet of Things (IoT) dengan optimasi metode Fuzzy Logic Mamdani. Perangkat keras sistem dibangun menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang diintegrasikan dengan sensor Non-Contact Liquid Level (XKC-Y25-V) untuk mendeteksi volume cairan secara steril tanpa kontak langsung. Data pembacaan sensor diproses menggunakan algoritma logika fuzzy untuk mengklasifikasikan kondisi infus ke dalam empat status, yaitu: Penuh, Setengah Penuh, Hampir Habis, dan Habis. Informasi status tersebut kemudian dikirimkan ke Firebase Realtime Database untuk ditampilkan pada dashboard pemantauan berbasis web. Pengujian sistem dilakukan secara empiris terhadap empat sampel pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem memiliki stabilitas tinggi dengan perubahan status yang konsisten setiap 5 hingga 7 jam sesuai laju tetesan infus pasien. Evaluasi performa transmisi data menunjukkan tingkat keandalan mencapai 100% tanpa adanya kehilangan data (data loss). Sistem ini berhasil mempermudah tugas perawat dan meminimalkan risiko medis akibat kelalaian pemantauan cairan infus. Kata kunci: Internet of Things, Fuzzy Logic, Monitoring Infus, NodeMCU ESP8266, Firebase