Aripin Triyanto
Universiti Malaysia Terengganu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi, Pewarisan, dan Pelestarian Budaya Jawa dalam Novel Sang Keris Karya Panji Sukma Misbah Priagung Nursalim; Maulana Isnain Nazid; Aripin Triyanto
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 2 (2026): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i2.8929

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi budaya Jawa dalam novel Sang Keris karya Panji Sukma melalui perspektif antropologi sastra. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan representasi budaya Jawa melalui tujuh unsur kebudayaan Koentjaraningrat sekaligus menjelaskan keterkaitannya dengan konsep mimesis sebagai refleksi realitas sosial budaya masyarakat Jawa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data penelitian berupa novel Sang Keris karya Panji Sukma yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama tahun 2020, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang merepresentasikan budaya Jawa. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 252 data yang merepresentasikan tujuh unsur kebudayaan, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, serta kesenian. Ketujuh unsur tersebut membentuk representasi budaya Jawa yang mencerminkan nilai, praktik sosial, dan artefak budaya masyarakat Jawa. Temuan penelitian memperkuat relevansi teori tujuh unsur kebudayaan Koentjaraningrat dalam kajian sastra budaya sekaligus menegaskan bahwa novel berfungsi sebagai medium representasi dan pelestarian budaya melalui mekanisme mimesis.