Dizky Ramadani Putri Papeo
Program Studi Farmasi, Universitas Negeri Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Farmakokinetik Senyawa Flavonoid Ekstrak Metanol Bunga Telang (Clitoria ternatea.L) Pada Kelinci (Oryctolagus cuniculus) Menggunakan High-Performance Liquid Chromatography Widy Susanti Abdulkadir; Faramita Hiola; Dizky Ramadani Putri Papeo; Endah Nurrohwinta Djuarno; Rahmat Hidayat Domili
Jambura Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v8i1.35084

Abstract

Butterfly pea (Clitoria ternatea L.) is a climbing plant known for its medicinal properties and contains bioactive compounds such as tannins, carbohydrates, saponins, triterpenoids, polyphenols, flavanol glycosides, proteins, alkaloids, anthraquinones, anthocyanins, stigmasterol-4-ene-3,6-dione, volatile oils, and steroids. This study aimed to determine the pharmacokinetic profile—Area Under the Curve (AUC), maximum concentration (Cmax), time to reach maximum concentration (Tmax), half-life (t½), elimination rate constant (Ke), absorption rate constant (Ka), clearance (Cl), and volume of distribution (Vd)—of flavonoid compounds from the methanolic extract of butterfly pea (Clitoria ternatea L.) in rabbit plasma using a time-series experimental design.Two rabbits were fasted for 12 hours, then administered a positive control dose of 16.05 mg/kg and an extract dose of 5.952 mg orally. Blood samples were collected at 0, 1, 2, 4, 6, 12, and 24 hours after administration, and plasma concentrations were analyzed using HPLC with quercetin as the standard. The results showed that flavonoid compounds were detected in plasma with an AUC of 633.316 µg·h/mL, Cmax of 20.59 µg/mL, Tmax of 4 hours, t½ of 22.5 hours, Ka of 0.7202/h, Ke of 0.03375/h, and Vd of 48.451 mL. 
Analisis Kadar Antioksidan Pada Hasil Infusa Jahe Merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum), Kombinasi Kunyit (Curcuma Longa) dan Sereh (Cymbopogon citratus) Annisa Sabunge; Ishak Isa; Hamsidar Hasan; Dizky Ramadani Putri Papeo; Fika Nuzul Ramadani
Jambura Journal of Chemistry Vol 8, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v8i1.35606

Abstract

Jahe merah, kunyit, dan sereh merupakan tanaman rempah yang dikenal memiliki kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian aktivitas antioksidan pada kombinasi infusa jahe merah–kunyit dan jahe merah–sereh untuk mengetahui potensi keduanya sebagai sumber antioksidan alami. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode infusa pada suhu 90°C selama 15 menit, kemudian dilakukan analisis kualitatif melalui uji skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis (KLT), serta analisis kuantitatif menggunakan metode ABTS pada panjang gelombang 734 nm dengan spektrofotometri UV-Vis dan vitamin C sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua kombinasi infusa positif mengandung flavonoid, fenolik, dan terpenoid yang berperan sebagai senyawa antioksidan. Nilai IC₅₀ infusa jahe merah–kunyit sebesar 35,83 µg/mL dan jahe merah–sereh sebesar 51,68 µg/mL. kombinasi jahe merah-kunyit termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat (IC₅₀ 50 µg/mL) dan jahe merah-sereh termasuk kategori kuat (IC₅₀ 100 µg/mL). Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi infusa jahe merah–kunyit dan jahe merah–sereh memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dikembangkan dalam sediaan herbal farmasi.Kata kunci: Antioksidan, Infusa, Jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum), Kunyit (Curcuma Longa), Sereh (Cymbopogon citratus), ABTS, IC₅₀