Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca permulaan peserta didik kelas 1 di SDN 3 Selaraja. Hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih bersifat teacher-centered dan minimnya pemanfaatan media pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan serta tingkat peningkatan kemampuan membaca permulaan antara peserta didik yang pembelajarannya menggunakan media game edukasi Solite Kids dengan peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain Quasi Experimental tipe Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh peserta didik kelas 1 SDN 3 Selaraja yang berjumlah 38 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh, di mana sampel dibagi menjadi kelompok eksperimen (21 peserta didik) dan kelompok kontrol (17 peserta didik). Teknik pengumpulan data menggunakan tes lisan berupa pretest dan posttest yang mengukur empat indikator membaca permulaan: ketepatan, kelancaran, kejelasan suara, dan intonasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji hipotesis (Mann-Whitney), dan uji efektivitas (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan membaca permulaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dari uji Mann-Whitney yang memperoleh nilai Zhitung (3,787) > Ztabel (1,96). Peningkatan pada kelompok eksperimen terlihat dari nilai rata-rata pretest sebesar 30,95 menjadi 53,27 pada posttest. Berdasarkan hasil uji N-Gain, efektivitas penggunaan game Solite Kids berada pada kategori sedang dengan skor 0,446, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya memperoleh skor 0,289 (kategori rendah). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan game edukasi Solite Kids memberikan pengaruh yang signifikan dan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik dibandingkan dengan media konvensional.