Nur Annisa
Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia: Sistem, Kurikulum, dan Tantangannya di Era Modern Eci Marisna Nengsih; Nur Annisa
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia ditinjau dari aspek sistem, kurikulum, serta tantangan yang dihadapi pada era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan pendekatan komparatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dokumen kebijakan pendidikan, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan Islam di kedua negara. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan sistem pendidikan Islam yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia memiliki tujuan yang sama, yaitu membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman keagamaan yang baik. Perbedaannya terletak pada sistem pengelolaan dan implementasi kurikulum. Indonesia menerapkan sistem yang lebih beragam melalui madrasah, pesantren, dan sekolah umum, sedangkan Malaysia menerapkan sistem yang lebih terpusat dan terstandar. Dalam menghadapi era modern, kedua negara menghadapi tantangan yang relatif sama, seperti digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi teknologi, serta upaya mempertahankan nilai-nilai keislaman di tengah arus globalisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan Islam di kedua negara terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar Islam sebagai landasan utama pendidikan.
Analisis Penerapan Penilaian Autentik Dalam Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Islam Nur Annisa; Suci Amanda
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.8785

Abstract

Penilaian autentik merupakan salah satu pendekatan evaluasi yang menekankan pengukuran kemampuan peserta didik secara komprehensif melalui penilaian aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penilaian autentik menjadi penting karena tujuan pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengamalan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan penilaian autentik dalam evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam, meliputi bentuk-bentuk penilaian yang digunakan, manfaat yang diperoleh, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian autentik dalam pembelajaran PAI diterapkan melalui berbagai teknik, seperti observasi, penilaian praktik, proyek, dan portofolio. Penerapan penilaian autentik mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan peserta didik, meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta membantu guru dalam mengevaluasi pencapaian kompetensi secara lebih objektif. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi beberapa kendala, antara lain keterbatasan waktu, jumlah peserta didik yang banyak, dan kompleksitas penyusunan instrumen penilaian. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai untuk mengoptimalkan penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.