Muhammad Julfa Kamal
UIN Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Keagamaan Sebagai Modal Sosial: Transformasi Kurikulum PAI dalam Membangun Ekosistem Kritis-Inovatif di SMA IT Al Hikmah Boyolali Muhammad Julfa Kamal; Andrianto Bayu Aji
Nasir: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/nasir.v3i2.577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keagamaan yang diformulasikan sebagai modal sosial dalam proses transformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap terciptanya ekosistem kritis-inovatif di SMA IT Al Hikmah Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan pihak manajemen sekolah, serta studi dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif-keagamaan semata, tetapi dirancang untuk memperkuat jaringan, norma-norma kolaboratif, dan kepercayaan (trust) di antara seluruh warga sekolah sebagai bentuk modal sosial. Literasi keagamaan diwujudkan melalui pendekatan kontekstual, project-based learning, dan integrasi sains-teknologi dengan nilai-nilai Islam, yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah sosial-keagamaan di sekitarnya. Hasilnya, terbentuk sebuah ekosistem kritis-inovatif yang ditandai dengan budaya dialog, toleransi, lahirnya berbagai inisiatif proyek sosial-keagamaan, serta peningkatan partisipasi siswa dalam kompetisi ilmiah. Studi ini menyimpulkan bahwa pendekatan yang memanfaatkan literasi keagamaan sebagai modal sosial merupakan strategi yang efektif dalam mentransformasi kurikulum PAI dari yang bersifat doktriner menuju kurikulum yang memberdayakan dan relevan dengan tantangan zaman, sehingga berhasil membangun ekosistem pembelajaran yang kritis dan inovatif.