Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Resiliensi Siswa Korban Perceraian Orang Tua melalui Layanan Konseling Kelompok di MTsN Gowa Rosmiati Rosmiati
Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan (Juli)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/bajik.v4i3.1359

Abstract

Perceraian orang tua merupakan salah satu peristiwa kehidupan yang dapat memberikan dampak psikologis bagi anak dan remaja. Siswa yang mengalami perceraian orang tua berisiko mengalami penurunan kepercayaan diri, kesulitan beradaptasi, gangguan emosi, hingga penurunan prestasi belajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membantu siswa menghadapi kondisi tersebut adalah melalui layanan konseling kelompok yang bertujuan meningkatkan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perceraian orang tua di MTsN Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan di MTsN Gowa pada bulan Juli–September 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa layanan konseling kelompok diberikan sebanyak enam sesi. Pengukuran resiliensi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Skala Resiliensi Remaja. Analisis data menggunakan analisis univariat, uji normalitas Shapiro–Wilk, dan Paired Sample t-Test. Rata-rata skor resiliensi meningkat dari 58,30 ± 6,42 sebelum intervensi menjadi 73,67 ± 5,81 setelah mengikuti layanan konseling kelompok. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Layanan konseling kelompok efektif meningkatkan resiliensi siswa korban perceraian orang tua di MTsN Gowa. Kata Kunci: Resiliensi, Konseling Kelompok, Perceraian Orang Tua, Siswa, Remaja