Muhammad Husni
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Muhammad Nafis Tabalong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembinaan Religiusitas Peserta Didik Melalui Kegiatan Amaliyah Jumat Di SD Plus Murung Pudak Aunia Ulfah; Muhammad Husni; Ubaidillah Ubaidillah
AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/au.v9i1.39435

Abstract

This study aims to describe the implementation of Amaliyah Jumat activities as an effort to develop the religiosity of students at SD Plus Murung Pudak. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data sources consist of the school principal, Islamic Religious Education (PAI) teachers, activity supervisors, and students of grades IV–VI. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Data validity was verified using source triangulation and technique triangulation. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldana interactive model, encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing. This study specifically focuses on Muslim students who participate in the Amaliyah Jumat program, while non-Muslim students conduct their own worship activities in a school-designated hall and also take part in almsgiving as a shared expression of social solidarity. The findings indicate that: (1) Amaliyah Jumat activities at SD Plus Murung Pudak are held every Friday, covering congregational Dhuha prayer, Quranic recitation, short religious speeches delivered by students, and almsgiving participated in by students of all faiths; (2) these activities consistently contribute to the enhancement of five dimensions of student religiosity, namely the ideological, ritualistic, experiential, intellectual, and consequential dimensions; (3) the primary supporting factors are the commitment of school leadership, teacher exemplary conduct, and parental support, while the inhibiting factors include time constraints and inconsistency among some students. These findings confirm that a structured and sustained Amaliyah Jumat program constitutes an effective instrument for fostering student religiosity in elementary schools, in alignment with the vision of SD Plus Murung Pudak, which upholds faith and piety as the foundation of education.
DESAIN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS NILAI RAHMATAN LIL ’ALAMIN Emelda Agustina; Dian Novitasari; Raudatul Jannah; Akbar Rafsanjani; Muhammad Husni
Al-Amin: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Vol. 1 No. 1 (2026): (Januari - Maret)
Publisher : PT Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/al-amin.v1i2.3

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, toleran, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang majemuk. Tantangan globalisasi dan meningkatnya sikap intoleransi menuntut adanya desain pembelajaran PAI yang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan universal. Salah satu konsep utama dalam Islam yang relevan dengan kebutuhan tersebut adalah nilai rahmatan lil ‘alamin, yaitu ajaran Islam yang menekankan kasih sayang, keadilan, toleransi, dan perdamaian bagi seluruh makhluk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain pembelajaran PAI berbasis nilai rahmatan lil ‘alamin dalam membangun sikap moderat dan damai peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dari buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah lainnya yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain pembelajaran PAI berbasis nilai rahmatan lil ‘alamin dapat diimplementasikan melalui integrasi nilai kasih sayang, toleransi, dan moderasi beragama dalam proses pembelajaran, strategi pembelajaran kolaboratif dan reflektif, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif. Implementasi desain pembelajaran tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap damai, toleransi, dan empati sosial peserta didik.