Perkembangan urbanisasi yang pesat menyebabkan berkurangnya lahan pertanian di wilayah perkotaan sehingga diperlukan alternatif pemanfaatan lahan yang lebih efisien, salah satunya melalui urban farming berbasis hidroponik. Rendahnya pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya hidroponik menjadi tantangan dalam pengembangan urban farming. Media sosial Instagram memiliki potensi sebagai sarana edukasi yang mampu menyebarkan informasi secara luas dan mudah dipahami. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan konten edukasi Hidroponik Kit sebagai media literasi urban farming pada platform Instagram @infarm.id. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari Instagram Insights akun @infarm.id yang meliputi jumlah tayangan, jangkauan akun, likes, komentar, shares, saves, dan engagement rate. Kegiatan dilaksanakan di CV Wira Jaya Nusantara (Infarm) pada periode FebruariāJuni 2026 melalui tahapan penyusunan ide konten, scripting dan approval, pengambilan video, editing, publikasi, serta evaluasi engagement. Hasil menunjukkan bahwa konten edukasi Hidroponik Kit mampu menjangkau audiens yang luas dan memperoleh respon positif dari pengguna Instagram. Konten dengan performa terbaik terdapat pada bulan Maret dengan jumlah tayangan 33.498, jangkauan 22.346 akun, serta engagement rate sebesar 5,27%. Tingginya interaksi menunjukkan bahwa audiens lebih tertarik pada konten yang menyajikan informasi praktis, spesifik, dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram efektif digunakan sebagai media literasi urban farming dan dapat mendukung peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai hidroponik serta pemanfaatan lahan terbatas