Pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang optimal bagi perusahaan. Perusahaan harus memiliki strategi dalam pengendalian persediaan bahan baku untuk mendapatkan keuntungan yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengendalian persediaan serta pemesanan kembali bahan baku dengan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Penelitian ini menggunakan metode EOQ dan ROP di CV. Indie Mushroom. Secara keseluruhan bahan baku, total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya persediaan seluruh bahan baku pembuatan baglog dengan metode konvensional adalah sebesar Rp 10.149.850,-. Sedangkan jika menggunakan metode EOQ perusahaan akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 2.244.656,- untuk seluruh biaya persediaan bahan baku pembuatan baglog. Selisih biaya persediaan seluruh bahan baku baglog yang didapatkan antara metode konvensional dan metode EOQ adalah sebesar Rp 7.905.924, sehingga total biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan 77,8 % lebih efisien dengan metode EOQ. Waktu pengiriman atau lead time untuk bahan baku serbuk gergaji, bekatul dan serbuk kapur yaitu 1 hari dari pemesanan. ROP bahan baku serbuk gergaji yaitu 2.070 kg, bekatul yaitu 83,1 kg, dan serbuk kapur yaitu 57,5 kg. Hal ini berarti, perusahaan harus melakukan pemesanan bahan baku serbuk gergaji, bekatul dan serbuk kapur ketika kuantitas bahan baku serbuk gergaji yang ada di persediaan tersisa 2.070 kg, 83,1 kg, dan 57,5 kg. Oleh karena itu, perusahaan dapat menggunakan metode EOQ untuk pengendalian persediaan bahan bakunya. Perusahaan dapat memaksimalkan pembelian bahan baku sesuai dengan kapasitas gudang penyimpanan, dengan batas pembelian sesuai rekomendasi metode EOQ.