Penelian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem pengadaan barang dalam operasional retail modern pada PT OPQ di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi untuk memahami proses pengadaan barang mulai dari kerja sama supplier, pengelolaan oleh departemen merchandising, distribusi barang, hingga pengendalian stok di toko. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, obeservasi langsung, dan dokumentasi perusahaan. Informan penelitian dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pengadaan barang dan distribusi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan barang pada PT OPQ telah berjalan secara terstruktur dan terintegrasi melalui koordinasi antara supplier, departemen merchandising, dan operasional toko. Sistem kerja sama supplier dilakukan melalui mekanisme beli putus dan konsinyasi yang disesuaikan dengan karakteristik produk dan risiko persediaan. Distribusi barang dilakukan secara langsung dari supplier ke toko melalui sistem Business to Business (B2B) yang mendukung efisiensi distribusi dan pengendalian stok. Selain itu, kegiatan monitoring penjualan dan cycle count membantu perusahaan menjaga akurasi persediaan dan stabilitas ketersediaan produk di toko. Penelitian ini juga menemukan beberapa kendala operasional seperti keterlambatan pembuatan Purchase OrderĀ (PO), ketidaksesuaian barang saat receiving, serta selisih stok antara sistem dan kondisi fisik barang. Secara keseluruhan, integrasi sistem pengadaan barang dan pengelolaan supplier memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas operasional retail modern dan menjaga konsistensi ketersediaan produk di toko