Hardianti Hardianti
Prodi Nurtisi dan Teknologi Pakan Ternak, Institut Teknologi Pertanian

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Kualitatif Bakso Daging Sapi yang Diberi Gelatin Hidrasi Tulang Sapi dengan Rasio dan Level Berbeda Selama Penyimpanan Sitti Nursayang; Hardianti Hardianti; Syamsari Syamsari; Nurmiani Syam; Rismawati Rismawati; Andi Batari K Jabbar; Nur Ilham Akbar; Andi Hadi Indra Jaya; Ayu Puspitasari
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.379

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas bakso daging sapi yang ditambahkan hidrasi kolagen dengan berbagai rasio hidrasi, tingkat penggunaan, dan lama penyimpanan. Kualitas yang diamati meliputi aspek mikrobiologis, kimia, fisik, dan organoleptik produk. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 × 3 × 3 dengan tiga kali ulangan. Faktor yang diuji terdiri atas rasio hidrasi kolagen (1:1, 1:2, dan 1:3), level penambahan hidrasi kolagen (1%, 2%, dan 3%), serta lama penyimpanan (0 hari, 7 hari, dan 14 hari). Parameter yang diamati meliputi Derajat Pembusukan Basah (DPB), Thiobarbituric Acid (TBA), Total Plate Count (TPC), susut masak, warna, dan karakteristik organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio hidrasi kolagen memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tingkat keempukan dan cita rasa (flavor) bakso. Lama penyimpanan juga memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai TPC, TBA, dan tingkat kecerahan warna (L*), serta berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan produk. Selain itu, ditemukan beberapa interaksi antarperlakuan. Interaksi antara rasio hidrasi kolagen dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap nilai TBA dan flavor. Interaksi antara rasio hidrasi kolagen, level hidrasi kolagen, dan lama penyimpanan berpengaruh terhadap TPC. Sementara itu, interaksi antara level hidrasi kolagen dan lama penyimpanan memengaruhi keempukan dan tingkat kesukaan (hedonik) produk. Secara keseluruhan, penggunaan hidrasi kolagen dengan rasio dan level yang tepat mampu mempertahankan kualitas bakso selama penyimpanan serta meningkatkan karakteristik sensoris yang disukai konsumen.
Pengaruh Program Pemuasaan Siang Hari dan Penambahan Tepung Kunyit (curcuma longa) dalam Pakan terhadap Kadar Kolestrol Daging Ayam Broiler Hardianti Hardianti; Sitti Nursayang; Syamsari Syamsari; Nurmiani Syam; Rismawat Rismawat; Andi Batari K. K Jabbar; Nur Ilham Akbar; Andi Hadi Indra Jaya; Ayu Puspitasari
Jurnal Riset Multidisiplin Agrisosco Vol 4, No 2 (2026): Vol 4 No 2 Agustus 2026 (In Press)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengembangan, Pemberdayaan Potensi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61316/jrma.v4i2.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan program pemuasaan pada siang hari yang dikombinasikan dengan penambahan tepung kunyit (curcuma longa) dalam pakan terhadap kadar kolesterol daging ayam broiler. Penelitian menggunakan 100 ekor DOC ayam broiler strain Cobb 707 yang dipelihara pada kandang litter berukuran 1 m × 1 m × 1 m. Metode penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi P1 (tanpa pemuasaan dan tanpa penambahan tepung kunyit), P2 (tanpa pemuasaan dengan penambahan 1% tepung kunyit), P3 (pemuasaan pada siang hari selama 12 jam tanpa penambahan tepung kunyit), dan P4 (pemuasaan pada siang hari selama 12 jam dengan penambahan 1% tepung kunyit dalam pakan). Program pemuasaan dan suplementasi tepung kunyit mulai diterapkan pada umur 15 hari, dengan periode pemuasaan berlangsung pukul 06.00–18.00 WITA. Pakan yang digunakan berupa pakan butiran pada fase starter (umur 1–14 hari) dan pakan berbentuk mash pada fase grower–finisher (umur 15–35 hari), sedangkan air minum diberikan secara ad libitum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut apabila terdapat perbedaan nyata antarperlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemuasaan siang hari yang dikombinasikan dengan penambahan tepung kunyit dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar kolesterol daging ayam broiler. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi program pemuasaan siang hari dan penambahan tepung kunyit (curcuma longa) dalam pakan efektif menurunkan kadar kolesterol daging ayam broiler