Perkembangan teknologi mendorong berbagai sektor usaha untuk meningkatan efisiensi dan produktivitas melalui penerapan teknologi. Keberhasilan adopsi teknologi ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan kesiapan sumber daya manusia dalam menggunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan karyawan CV Aurexell dalam mengadopsi teknologi, mengidentifikasi persepsi karyawan terhadap penerapan teknologi, serta menganalisis hambatan yang dihadapi dalam proses adopsi teknologi. Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan analisis kualitatif model Miles dan Huberman. Pengumpulan data dillakukan melalui kuesioner dan wawancara terhadap seluruh karyawan CV Aurexell yang berjumlah 23 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis kuantitatif menggunakan Technology Readiness Index (TRI) yang terdiri atas dimensi optimism, innovativeness, discomfort, dan insecurity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan karyawan dalam mengadopsi teknologi tergolong baik. Dimensi optimism memperoleh nilai rata-rata 4,46 dan innovativeness sebesar 4,00 yang termasuk kategori tinggi, menunjukkan adanya persepsi positif dan keterbukaan terhadap penggunaan teknologi. Sementara dimensi discomfort sebesar 3,09 dan insecurity sebesar 3,20 berada pada kategori sedang yang mengindikasikan masih terdapat hambatan berupa ketidaknyamanan dan kekhawatiran dalam penggunaan teknologi. Hambatan tersebut dapat diminimalkan melalui pelatihan dan pendampingan yang memadai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan CV Aurexell memiliki kesiapan yang cukup baik untuk mendukung proses transformasi teknologi di industri bakery.