Yurika Permanasari
Prodi Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Bellman Ford dalam Menentukan Rute Terpendek Cafe Hopping Dieva Gheamelia; R Respitawulan; Yurika Permanasari
Jurnal Riset Matematika Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Matematika (JRM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrm.v5i2.8297

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua algoritma pencarian rute terpendek, yaitu Dijkstra dan Bellman-Ford, dalam konteks kegiatan cafe hopping di Kota Bandung. Dengan semakin maraknya minat masyarakat terhadap eksplorasi tempat-tempat kuliner seperti cafe, dibutuhkan sistem yang mampu memberikan rute tercepat dan terpendek agar kegiatan tersebut lebih efisien. Penelitian dilakukan dengan membangun model graf berarah berbobot dari beberapa lokasi cafe populer, menggunakan jarak antar titik sebagai bobot sisi. Implementasi algoritma dilakukan menggunakan Python di Google Colab. Hasil pengujian menunjukkan bahwa meskipun kedua algoritma menghasilkan rute dan jarak yang sama dari titik awal ke tujuan akhir, Algoritma Dijkstra memproses data lebih cepat karena tidak melakukan relaksasi berulang seperti Bellman-Ford. Namun, Bellman-Ford memiliki keunggulan dalam menangani graf dengan bobot negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemilihan algoritma harus disesuaikan dengan karakteristik graf dan kebutuhan aplikasi. Rekomendasi untuk pengembangan selanjutnya mencakup penggunaan graf dua arah dan integrasi data waktu tempuh aktual agar solusi lebih relevan terhadap kondisi nyata di lapangan. Abstract. This study aims to compare two shortest path algorithms, namely Dijkstra and Bellman-Ford, in the context of cafe hopping activities in Bandung City. With the growing public interest in exploring culinary destinations such as cafés, a system that can determine the most efficient and shortest route is essential. The research was conducted by modeling a directed weighted graph based on several popular cafe locations, using the distance between each point as edge weights. The algorithms were implemented using Python on the Google Colab platform. The results show that although both algorithms produced the same route and distance from the starting point to the destination, Dijkstra's algorithm processed the data faster due to its single-pass nature, unlike Bellman-Ford which performs multiple relaxation steps. However, Bellman-Ford has the advantage of handling graphs with negative weights. This study concludes that the selection of an algorithm should align with the graph characteristics and application needs. Future development is recommended to include bidirectional graphs and real-time travel time data to ensure more practical and realistic solutions in real-world scenarios. 
Implementasi Perhitungan dengan Metode Garis Lurus dan Saldo Menurun Ganda Andrea Widhi Hastanti; Onoy Rohaeni; Yurika Permanasari
Jurnal Riset Matematika Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Matematika (JRM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrm.v5i2.8461

Abstract

Abstrak. Penentuan nilai objek sewa yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah merupakan aspek penting dalam transaksi keuangan Islami. Penelitian ini ditujukan kepada sebuah implementasi model berbasis Python yang dapat digunakan untuk menghitung nilai sewa objek secara akurat dan sesuai dengan ketentuan syariah. Dengan memanfaatkan bahasa pemrograman Python, penelitian ini menyusun algoritma yang mengintegrasikan metode penilaian syariah seperti metode garis lurus dan metode Saldo Menurun Ganda yang diakui dalam keuangan Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode mana yang paling berpengaruh terhadap laba perusahaan dan untuk mengetahui metode mana yang efektif dipilih oleh perusahaan. Berdasarkan penelitian ini, metode garis lurus memiliki keuntungan yang tidak terlalu besar dan pada beban penyusutan tidak terlalu besar pada tiap tahunnya, sedangkan pada metode saldo menurun dari segi keuntungan memang besar akan tetapi pada beban penyusutan juga besar pertahunnya, maka akan berpengaruh pada tarif sewa kepada yang akan menyewa. Abstract. Determining the value of a leased asset in accordance with Sharia principles is an important aspect of Islamic financial transactions. This study focuses on a Python-based implementation model that can be used to accurately calculate the lease value of an asset in compliance with Sharia regulations. By leveraging the Python programming language, this research develops an algorithm that integrates Sharia valuation methods such as the straight- line method and the double declining balance method, both recognized in Islamic finance. The aim of this study is to identify which method has the greatest impact on the company’s profit and to determine which method is effectively preferred by the company. Based on the research findings, the straight-line method yields moderate profit and relatively low annual depreciation expenses, whereas the double declining balance method results in higher profits but also incurs higher annual depreciation expenses, which in turn affects the rental rates charged to lessees.
Klasifikasi Jenis Sampah Berbasis Dataset Roboflow Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Muhammad Raka Mugni Mubarok; Yurika Permanasari; Fariz Fahmi Fikri
Jurnal Riset Matematika Volume 6, No.1, Juli 2026, Jurnal Riset Matematika (JRM)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrm.v6i1.10140

Abstract

Abstract. The issue of waste management has become increasingly complex along with the growth of population and human activities. In Indonesia, the high volume of waste and the low recycling rate indicate the need for a more effective waste management system, particularly at the waste sorting stage. Manual sorting of organic, inorganic, and hazardous (B3) waste still faces various obstacles, including low public awareness and limited efficiency. Therefore, this study aims to design and implement an image-based waste classification system using the Convolutional Neural Network (CNN) method as an automated solution for the waste sorting process. The results show that the CNN model achieves an accuracy of 82% for the inorganic class, 85% for the hazardous (B3) class, and 94% for the organic class. Model evaluation indicates good performance in classifying organic and inorganic waste, with F1-scores of 85% and 86%, respectively, while the classification of hazardous (B3) waste shows lower performance with an F1-score of 64%. These results indicate that the model is overall fairly effective, but still faces challenges in distinguishing the visual characteristics of hazardous (B3) waste. Abstrak. Permasalahan pengelolaan sampah saat ini menjadi isu yang semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas manusia. Di Indonesia, volume sampah yang tinggi serta rendahnya tingkat daur ulang menunjukkan perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, khususnya pada tahap pemilahan sampah. Pemilahan sampah organik, anorganik dan B3 secara manual masih menghadapi berbagai kendala, antara lain masih rendahnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan efisiensi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem klasifikasi sampah berbasis citra menggunakan metode Convolutional Neural Network (CNN) sebagai solusi otomatis dalam proses pemilahan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN mampu mencapai nilai akurasi sebesar 82% pada kelas anorganik, 85% pada kelas B3, dan 94% pada kelas organik. Evaluasi model menunjukkan performa yang baik dalam mengklasifikasikan sampah organik dan anorganik, dengan nilai F1-Score masing-masing sebesar 85% dan 86%, sedangkan klasifikasi sampah B3 masih memiliki performa yang lebih rendah dengan F1-Score sebesar 64%. Hasil ini menunjukkan bahwa model cukup efektif secara keseluruhan, namun masih menghadapi tantangan dalam membedakan karakteristik visual sampah B3.