This Author published in this journals
All Journal Journal Creativity
Dewi Nur Fitri
Universitas KH. Abdul Wahab Khasbullah Tambakberas Jombang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS SISWA DI ERA DIGITAL Didin Sirojudin; Sonia Isna Suratin; Anggun Shovi Aprilya; Dewi Nur Fitri; Atiyatul Fuada; Nashikhatul Khusniyah
Jurnal Creativity Vol 4 No 1 (2026): Journal Creativity
Publisher : MA. Mambaul Ulum Bata-Bata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62288/v4w0p849

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Kemudahan akses informasi di satu sisi mendukung proses pembelajaran, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan penurunan nilai moral akibat paparan konten negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter religius siswa di era digital serta strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui berbagai sumber literatur seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis sebagai teladan, pembimbing, fasilitator, motivator, serta sebagai filter dalam menyaring informasi digital. Selain itu, guru PAI juga perlu menerapkan berbagai strategi inovatif, seperti integrasi teknologi dalam pembelajaran, penguatan literasi digital berbasis nilai Islam, pembelajaran kontekstual, serta pembiasaan perilaku religius. Pembentukan karakter religius siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, diperlukan pendekatan pendidikan yang holistik, adaptif, dan berbasis nilai untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat di era digital.