Tahap pra-pembibitan merupakan fase kritis dalam menghasilkan bibit kelapa sawit yang kuat dan seragam. Pemupukan organik cair menawarkan alternatif yang menjanjikan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik serta mendukung pengelolaan pembibitan yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh substitusi pupuk NPK dengan campuran ecoenzyme dan ekstrak Azolla pada frekuensi aplikasi yang berbeda terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap non-faktorial dengan empat perlakuan dan empat ulangan: M0 = NPK 15-15-6-4, M1 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 20 mL diaplikasikan setiap hari, M2 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 40 mL diaplikasikan setiap 3 hari, dan M3 = ecoenzyme 2 mL L⁻¹ air + ekstrak Azolla 60 mL diaplikasikan setiap 7 hari. Variabel yang diamati meliputi tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, berat segar, berat kering, dan sifat kimia tanah terpilih sebagai data pendukung. Hasil menunjukkan bahwa penggantian NPK dengan campuran ecoenzyme–ekstrak Azolla meningkatkan tinggi bibit dan diameter batang pada tahap pertumbuhan selanjutnya serta menghasilkan biomassa yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol NPK, sementara jumlah daun tetap relatif serupa di antara perlakuan. Perlakuan substitusi juga cenderung meningkatkan karbon organik tanah, sedangkan pH tanah dan nitrogen total tetap relatif stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak ecoenzyme–Azolla memiliki potensi sebagai alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan untuk pengelolaan pra-pembibitan kelapa sawit.