Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dengan angka kejadianyang tinggi. Rendahnya literasi kesehatan masyarakat serta masih adanya stigma terhadap penderita TBC menjadifaktor yang berkontribusi terhadap keterlambatan deteksi dan pengobatan. Kondisi tersebut juga ditemukan padamasyarakat Pekon Sinar Jawa, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, yang memerlukan penguatanpengetahuan mengenai gejala, penularan, dan pencegahan TBC. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuanmeningkatkan pemahaman dan kewaspadaan masyarakat terhadap TBC melalui edukasi kesehatan. Metode yangdigunakan berupa ceramah interaktif, diskusi dua arah, sesi tanya jawab, pemberdayaan kader kesehatan, sertapenggunaan media poster sebagai sarana edukasi. Kegiatan diikuti oleh 35 peserta. Evaluasi dilakukan menggunakankuesioner skala Likert lima poin untuk menilai pemahaman peserta terhadap materi, kejelasan penyampaiannarasumber, manfaat media edukasi, dan kesiapan menerapkan informasi yang diperoleh. Hasil evaluasi menunjukkanbahwa kegiatan diterima dengan sangat baik oleh peserta dengan rerata skor keseluruhan sebesar 4,40 ± 0,66. Aspekdengan skor tertinggi adalah kejelasan penyampaian materi oleh narasumber (4,54 ± 0,56), sedangkan aspek kesiapanmenerapkan informasi yang diperoleh memperoleh skor 4,14 ± 0,78. Peserta juga menunjukkan pemahaman yang lebihbaik mengenai gejala utama TBC, cara penularan, etika batuk, serta pentingnya menjaga ventilasi dan pencahayaanrumah sebagai upaya pencegahan penularan. Kegiatan edukasi kesehatan berbasis masyarakat dengan pendekataninteraktif dan dukungan media poster terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TBC danberpotensi mendukung upaya promotif dan preventif dalam program eliminasi TBC di Indonesia.