This Author published in this journals
All Journal Indonesia Berdaya
Anisya Oktavia
Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia, Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Rebusan Herbal Lokal untuk Kesehatan: Training On the Preparation of Local Herbal Decoctions for Health Saftia Aryzki; Fitriah Fitriah; Solagratia Nando; Anisya Oktavia
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261550

Abstract

Hypertension is a non-communicable disease whose prevalence continues to increase among rural communities, including in Sungai Bakung Village RT 07, Sungai Tabuk District, Banjarmasin. Residents' low understanding of local plant-based non-pharmacological approaches encourages the implementation of educational and training activities for making herbal decoctions. This activity aims to improve the knowledge and skills of participants in processing Syzygium polyanthum, Apium graveolens L., Allium sativum, Zingiber officinale, and Curcuma xanthorrhiza as complementary therapy for high blood pressure control. The method applied is combinative, combining interactive lectures, leaflet distribution, live demonstrations, and participatory question and answer sessions. A total of 16 residents participated in the activity which lasted a full day. Changes in knowledge were measured using structured pre-test and post-test questionnaire instruments.  The average score experienced a significant increase from 67.5% to 88.75%, with an increase of 21.25 percentage points. The proportion of participants in the good knowledge category jumped from 43.75% to 93.75%, while the category shrank quite from 43.75% to 6.25%, and the less than 12.5% category to 0%. All participants who were originally in the category of less successful exit from the category after the intervention. These findings prove that a hands-on, practice-based educational approach effectively improves people's health literacy in the use of local medicinal plants as a safe and evidence-based independent health solution.   Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di kalangan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Sungai Bakung RT 07, Kecamatan Sungai Tabuk, Banjarmasin. Rendahnya pemahaman warga terhadap pendekatan non-farmakologis berbasis tanaman lokal mendorong pelaksanaan kegiatan edukasi dan pelatihan pembuatan rebusan herbal. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam mengolah Syzygium polyanthum, Apium graveolens L., Allium sativum, Zingiber officinale, dan Curcuma xanthorrhiza sebagai terapi komplementer pengendalian tekanan darah tinggi. Metode yang diterapkan bersifat kombinatif, memadukan ceramah interaktif, distribusi leaflet, demonstrasi langsung, serta sesi tanya jawab partisipatif. Sebanyak 16 warga turut serta dalam kegiatan yang berlangsung satu hari penuh. Perubahan pengetahuan diukur menggunakan instrumen kuesioner pre-test dan post-test terstruktur.  Rerata skor mengalami kenaikan yang bermakna dari 67,5% menjadi 88,75%, dengan selisih peningkatan sebesar 21,25 poin persentase. Proporsi peserta berkategori pengetahuan baik melonjak dari 43,75% menjadi 93,75%, sementara kategori cukup menyusut dari 43,75% menjadi 6,25%, dan kategori kurang dari 12,5% menjadi 0%. Seluruh peserta yang semula masuk kategori kurang berhasil keluar dari kategori tersebut pascaintervensi. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis praktik langsung secara efektif meningkatkan health literacy masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat lokal sebagai solusi kesehatan mandiri yang aman dan berbasis bukti.