Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto
Prodi Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SKRINING PENYAKIT LANSIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI PENYAKIT TIDAK MENULAR DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Tetra Arya Saputra; Gigih Setiawan; Retno Ariza Soeprihatini Soemarwoto; Anse Diana Valentiene Messah; Vivi Rosari M. Sibarani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v11i1.3918

Abstract

Peningkatan jumlah lanjut usia di Indonesia menyebabkan kebutuhan skrining penyakit tidak menular semakin besar terutama hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, asma maupun penyakit paru obstruktif kronik yang sering tidak terdeteksi pada fase awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini penyakit pada lansia serta meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan penyakit tidak menular di Kabupaten Lampung Tengah. Metode kegiatan yang digunakan yaitu skrining kesehatan dengan wawancara sederhana meliputi registrasi peserta, anamnesis singkat, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, edukasi kesehatan dan TB paru, konseling hasil skrining, serta rujukan sederhana ke fasilitas kesehatan bila ditemukan hasil di atas nilai rujukan. Khalayak sasaran adalah 40 lansia di Lampung Tengah. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan dari 40 lansia yang mengikuti kegiatan, sebanyak 62,5% memiliki tekanan darah meningkat, sebanyak 35,0% memiliki gula darah sewaktu meningkat. Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 58,5 menjadi 82,0 setelah edukasi. Kegiatan skrining dan edukasi kesehatan pada lansia efektif dalam mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular serta meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pencegahan, tanda bahaya dan pentingnya kontrol rutin ke fasilitas kesehatan. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama antara fasilitas kesehatan, kader dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup lansia serta mencegah komplikasi penyakit tidak menular.